Rasanya seperti sebuah kebanggaan bagi saya untuk bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri dg semua sanak saudara. Setelah tahun kemarin, Lebaran di Jakarta (sungguh sangat menjemukan), akhirnya tahun ini saya bisa merayakannya di kampung halaman (di Sukoharjo). Alhamdulillah, bisa kumpul dg saudara & ponakan yg tahun ini bertambah banyak hehe.
Karena lebaran di Sukoharjo tgl 23 Oktober (hari Senin), jadi kita bertujuh mudik hari Sabtu dg naik kereta Fajar Utama Yogya. Berangkat dari St.Senen jam 06.40 dan sampai Yogya sekitar jam 16.00 WIB. Perjalanan yg melelahkan, karena kereta terlambat datang sampai Yogya dan lokomotifnya sempet bermasalah ditambah lagi suasana siang yg emang panas banget. Dari Yogya, perjalanan dilanjutkan dg naik kereta Pramex jurusan Solo. Sesampainya di Stasiun Balapan, baru lah naik taksi (mirip mobil keluarga yg besar), untuk mengantar sampai Sukoharjo. Dan alhamdulillah, sampai rumah jam 19.30. Sampai rumah, semuanya masih belum pulang dari sholat tarawih di masjid jadi kita masuk setelah sebelumnya sempet SMS adikku yg paling kecil utk tidak membawa kunci ke mesjid alias ditinggal aja. Dan karena emang sudah laper, akhirnya kita pun menyerbu utk makan hehe.
Lebaran di Sukoharjo
Beda dg ketetapan pemerintah, yg mengumumkan Lebaran jatuh tgl 24 Oktober, maka di Sukoharjo lebaran jatuh tgl 23 Oktober. Krn mayoritas memang banyak orang Muhammadiyah. Pagi-pagi sudah antri mandi, karena semua keluarga dari Jakarta ngumpul. Kemudian berangkat Sholat Ied di masjid yg tempatnya tidak jauh dari rumah. Habis Sholat Ied, dilanjutkan dg sungkem ke ortu, budhe, bulik, Om, dan semua saudara. Sungkem ke tempat mbah-mbah yg lainnya juga.
Lebaran di Klaten
Klo lebaran di tempat mbahku yg di Klaten memang jatuh pada hari Selasa, tp tradisi sungkeman-nya jatuh pas hari Rabu-nya. Dari dulu memang begitu tradisinya. Berangkat ke Klaten hari Selasa pagi & rencana balik lagi ke Sukoharjo hari Rabu sore. Sementara Budhe & Bulik tetap tinggal di Klaten. Baru kali ini lebarannya jadi lebih rame, karena biasanya yg dateng ke Klaten cuma dari keluargaku yg dari Sukoharjo, sementara Budhe & Bulik biasanya lebaran di Jakarta.

Karena ingin lama2 di Sukoharjo, dan kebetulan karena ada saudara yg akan nikahan sehabis lebaran maka aku jg memperlambat utk balik ke Jakarta (pdhl sebenernya sih, males untuk balik lagi ke Jakarta hehe). Dan karena sudah ‘diusir’ ama ibu, akhirnya aku balik ke Jakarta pas hari Sabtu krn hari Senin sudah harus masuk kerja. Balik sendirian boo’ karena kakakku balik hari Kamis, sedangkan adikku balik hari Jumat. Sementara Budhe & Bulik baliknya dari Semarang. Balik ke Jakarta dg naik kereta api Senja Utama dari Stasiun Solo Balapan. Alhamdulillah, bisa dapet tempat duduk (walau cuma di kereta restorasi), krn semua tempat duduk smp tgl 1 November sudah habis terjual.
Daaan, pas hari Minggu pagi sudah sampe Jakarta (lagiii). Seperti biasa, kereta kalau pas lebaran seperti ini pasti terlambat datangnya. Padahal di tiket tertera jam kedatangan pukul 04.00 pagi, tp ternyata sampai Jakarta (St.Jatinegara) hampir jam 9 pagi hikss.
