Archive for November, 2006

Sehat itu mahal !

Semboyan itu sepertinya hanya berlaku bagi setiap orang yang sedang sakit, sedang orang yang sehat akan menganggap sehat itu adalah hal yang biasa. Bayangkan, bagi orang yang sakit untuk makan saja kadang harus dimasukkan via infus, nafas via tabung oksigen, buang air kecil via kateter dll. Tapi untuk orang yang sehat, semuanya bisa dilakukan tanpa bantuan. Kadang kita malah tidak mensyukuri akan adanya nikmat sehat ini, bahkan lebih sering untuk mengabaikannya. Semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita secara GRATIS ini, justru malah kita abaikan. Makanya jangan heran bila Allah sering ‘menegur’ hambanya.

Ngomong-ngomong tentang sehat, jadi ingat sakit batuk, flu, demam cs beberapa waktu yang lalu. Merasa tersiksa, pasti! Batuk yang tiada hentinya, tenggorokan gatal & kering, flu yang terus-terusan juga sampai membuat kepala pusing. Apalagi ditambah demam yang tinggi, sehingga terpaksa harus tergulai di atas tempat tidur beberapa hari.

Tapi, terus terang saya itu termasuk orang yang agak ‘anti’ dengan obat-obatan. Setiap kali sakit paling susah kalau disuruh minum obat. Ssssttt (sebenarnya rahasia, tapi jangan diketawain ya), sampai saat ini setiap kali saya minum obat yang dalam bentuk kablet maka obatnya harus ditumbuk terlebih dahulu sampai halus terus ditaruh di sendok dan baru obatnya tsb harus dicampur dengan gula hihihi (jadi biar rasanya ga pahit). Orang-orang rumah juga sudah hafal dengan kebiasaanku ini, malah ga jarang pula sering diketawain secara saya sudah besar tapi minum obatnya mirip anak kecil. Duluuu, pernah coba minum obat dengan makan pisang terlebih dahulu tapi tetap saja tidak bisa.

Satu lagi, saya juga takut sama jarum suntik (hayo ngaku pasti banyak yang takut juga dengan jarum suntik). Setiap kali ke dokter berobat pasti milihnya obat jalan dan TANPA suntik, karena takut ama jarumnya. Suntik yang pertama sekaligus yang terakhir (semoga saja) adalah waktu masih di SD. Lama banget ya hehe. Setiap kali melihat di televisi ada anak yang disuntik, diimunisasi dll pasti ga mau melihat. Ngeri aja. Dulu pas masih kecil, saya juga paling ga mau kalau masuk angin terus dikerokin. Kalau tau mau dikerokin pasti langsung ‘melarikan diri’ dan harus kejar-kejaran dengan orang rumah. Dan bila sudah tertangkap maka baru deh dipegangin ama orang banyak untuk dikerokin (mirip penyiksaan ya). Tapi biasanya kalau habis dikerokin sering dikasih uang, biar nangisnya berhenti hehehe. Ada enaknya juga kan ?
Setelah agak besar baru deh mengerti tujuan itu semua, yaitu biar sehat. Dan setiap masuk angin minta dikerokin tanpa harus dipaksa dan mau minum obat. Tapi ya itu, obatnya harus ditumbuk terlebih dahulu hihihi..

PS: Untuk Mba Yeni, yang semalam kecelakaan di Sukoharjo karena tertabrak sepeda motor, semoga cepat sembuh yaa. Kita semua mendoakan kesembuhan mba. Setelah mendengar beritanya dinihari tadi, kita jadi ga bisa tidur apalagi mamak nangis terus dan akhirnya subuh tadi bapak dan mamak balik ke Sukoharjo.

Ada apa denganmu, Peterpan ?

Dengan menyandang sebagai band millions copy, seperti sebuah beban berat yang harus dihadapi anak-anak Peterpan (Ariel, Uki, Andika, Loekman, Indra & Reza) terutama untuk mempertahankannya. Tak dapat dipungkiri, beberapa waktu lalu nama band Peterpan ini sempat melambung tinggi. Namanya dielukan dimana-mana mulai dari anak kecil sampai orang tua. Siapa sih yang ga kenal sosok Ariel cs ?

Band lahiran Bandung ini, memang sempat membuat dunia musik Indonesia lebih berwarna terutama dengan musiknya dan suara ’serak’ ciri khas Ariel. Walaupun banyak juga yang menentang, toh mereka band pertama (asal Indonesia) yang sukses dengan menjual albumnya sampai hampir 3 juta copy di album Bintang di Surga. Mungkin kemunculan Peterpan saat itu sangat tepat yaitu di saat para penikmat & pendengar musik Indonesia merasa jenuh dengan musik yang begitu-begitu saja. Bahkan di album ini, mereka pun mendapat penghargaan dimana-mana. Setiap awards dimana ada nama Peterpan dalam daftar nominasi maka bisa langsung ditebak siapa pemenangnya.

But, look at now !
Roda itu berputar dan tak selamanya di atas. Di tengah masa vakumnya untuk menyelesaikan album baru mereka, justru mereka membuat keputusan dengan mengeluarkan 2 personelnya. Entah ini sebuah sensasi untuk mendongkrak album baru mereka atau kah memang ini menjadi sebuah ‘jalan akhir’ yang memang harus ditempuh oleh Peterpan. Dengan dipecatnya 2 personel mereka yaitu Andika (keyboard) dan Indra (bassis), seolah menjawab ada apa dengan Peterpan sebenarnya. Alasan dikeluarkan mereka salah satunya adalah jenis warna musik mereka yang sudah tidak sesuai lagi dg warna musik di album baru nanti (alasan ini kesannya klise, dan biasanya utk menutupi masalah intern yg sebenarnya terjadi).

Yaa.. sebagai seorang penikmat musik (cieee bahasanya), saya cuma bisa menanti & melihat bagaimana hasil akhir dari album baru mereka. Akankah bisa lebih baik dari album sebelumnya atau justru malah lebih buruk ? Semoga saja mereka bisa bangkit lagi, dan tentunya bisa membuat album yang TIDAK monoton, kalau bisa sih berani ‘tampil’ beda dan lebih ‘hidup’ dibanding album yang sudah-sudah.

Intinya, maju terus musik Indonesia !!!