Archive for January, 2007

Belajar

Setelah ditinggal nyokap balik ke Sukoharjo, kurang lebih 2 bulan ini, rupanya banyak memberi pembelajaran kepada saya. Yup, setelah postingan di blog ini sebelumnya, yang akhirnya mau tak mau membuat saya ‘belajar’ memasak.. dan rupanya masih banyak lagi hal yang saya pelajari.

Mungkin bisa dibilang, saat ini memang saya belajar jadi ibu rumah tangga (tentu saja tanpa suami yaa, karena memang belum bersuami) atau bisa dibilang juga seperti anak kost (tapi enaknya tidak perlu bayar uang kost bulanan hehehe).

Kenapa saya sebut demikian..
Karena saat ini, saya harus belajar lebih mandiri lagi. Dulu sewaktu nyokap ada di rumah, maka setiap pulang kantor sudah tersedia makanan di rumah dan kita tinggal makan. Tapi sekarang, kalau mau makan ya harus berusaha sendiri. Beli atau masak sendiri. Terus baju juga dicuciin ama dia, paling jatah mencuci baju pas hari libur saja (sabtu/minggu) sekalian menyetrika. Tapi sekarang, mencuci otomatis jadi jatah saya untuk melakukannya. Termasuk hal-hal yang berbau dengan membereskan rumah yang dulu hampir praktis semuanya dilakukan nyokap.

Jadi tau juga kenapa nyokap marah, jika melihat rumah berantakan…
Bila melihat anak2nya tidak makan masakan yang telah dibuatnya…
Yaaa, semuanya ini rupanya mulai membuka sedikit hati saya. Ternyata hal-hal yang saya lakukan saat ini seperti tidak ada apa-apanya, begitu menyadari betapa ikhlasnya beliau melakukan semua hal selama ini.. hikkss.. I Love you, mom!

Memasak itu …

Beberapa tahun yang lalu
My Mom : “Yuli, kamu itu cewek kok malah hobinya lebih suka nonton bola daripada masak?”
Me : “Lho, emang kenapa? Nonton bola kan menyenangkan”
My Mom : “Ya, cewek kan harus bisa masak. Kasihan nanti kalau sudah berkeluarga, terus kamu ga bisa masak”
Me : “Tenang, nanti yuli pilih suami yang kaya kok. Jadi bisa ada pembantu, terus kalau bosen sama masakan rumah kan di mana-mana banyak warung atau restoran. Kasihan kan mereka sudah jualan terus ga ada yang beli”
*lari, kena timpuk hahaha

Beberapa bulan belakangan ini
Sudah mulai merasakan dampaknya, karena hampir setiap hari menu utamanya hanya mie instan plus telor. Bosen!. Mau masak sendiri, bingung karena tidak tau bumbunya. Mau beli, kalau diitung-itung malah boros. Makin parah lagi karena Nyokap lagi balik ke Sukoharjo karena kakakku kecelakaan, jadi otomatis saya sendiri cewek satu-satunya yang masih tinggal di rumah yang di Jakarta.
Jadi berasa ya, pantesan nyokap dari dulu memberi saran untuk belajar memasak. Kalau masak nasi mah gampang, apalagi masak mie instan hehe..

Beberapa hari belakangan ini
Hmmm, sambil mengingat-ingat kira-kira bumbu apa ya yang sering dibuat nyokap dulu untuk masak. Sering dikasih tau, tapi ya itu masuk kuping kanan langsung keluar kuping kiri. Parah! Pernah nyoba bikin nasi goreng, tapi keasinan hahaha (unforgettable moment deh) walaupun sudah ditambahin kecap banyak banget masih tetap aja asin.
Dari situ, akhirnya coba untuk masak yang lainnya dan alhamdulillah berhasil euy.. Rasanya enak (itu kata orang rumah lhoo). Entah ini sebagai sanjungan atau sindiran hehe

Jadi mulai sekarang, memasak itu ternyata hal yang menyenangkan juga ya. Lebih senang dan bangga lagi kalau ternyata masakan yang kita buat dimakan oleh orang lain dan mereka bilang “enak”.

Last, but not least. Happy New Year 2007